Minggu, 04 April 2021

Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

 

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210328095527-20-622958/ledakan-diduga-bom-di-gereja-katedral-makassar


Peristiwa pengeboman yang terjadi di Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021 tentunya membuat banyak masyarakat Indonesia, terutama warga yang berada di sekitar tempat kejadian gempar dan menyayangkan adanya kejadian tersebut. 

Melansir melalui Kompas.com, ledakan tersebut terjadi di Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.29 WITA, tepat setelah misa kedua selesai digelar. 

"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang. Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar, jadi tidak konsentrasi di satu pintu," ujar Pastor Wilhelmus Tulak dari Gereja Katedral Makassar.

Saat itu ada jemaat yang baru selesai mengikuti misa lalu langsung pulang, dan ada jemaat yang baru datang untuk mengikuti misa selanjutnya.

Pastor Wilhelmus mengatakan, ada dua orang pelaku yang datang dengan menggunakan sepeda motor untuk melakukan aksi pengeboman tersebut. Untungnya, gerak – gerik mencurigakan pelaku tersebut sudah terbaca dan petugas keamanan gereja berhasil untuk mencegah mereka masuk.

"Tapi, sudah diamati petugas keamanan kami dan dia menahan di pintu itu gerbang dan di situlah terjadi ledakan," ungkap Wilhelmus.

Terekam dari CCTV yang ada di sekitar lokasi bahwa ledakan tersebut cukup besar, sehingga dua orang yang diduga pelaku dilaporkan tewas, serta 20 orang yang terdiri dari jemaat, petugas keamanan gereja, dan warga mengalami luka akibat ledakan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. 

Sebagian lagi sudah dipulangkan setelah mengalami luka ringan. 

Kapolda Irjen Merdisyam sebagai Kapolda Sulawesi Selatan mengatakan bahwa ledakan yang terjadi tersebut memiliki daya ledak yang tinggi atau high explosive. 

Hal itu diungkapkannya karena adanya kerusakan pada pintu gerbang gereja dan kendaraan – kendaraan yang ada di sekitar gereja, serta pecahnya kaca hotel sekitaran gereja.

"Itu jenis ledakan high explosive. Kerusakan terjadi di gereja. Hanya pintu gerbang dan beberapa kendaraan," kata Merdisyam dalam wawancara dengan Kompas TV, Minggu (28/3/2021).

Sementara itu, Kapolri Jendral (Pol) Sigit Listyo mengungkapkan bahwa ledakan yang terjadi tersebut merupakan bom bunuh diri yang menggunakan jenis bom panci.

"Ledakan yang terjadi, suicide bomb dengan menggunakan jenis bom panci," jelas Listyo.

"Jadi mereka (pelaku) adalah bagian dari pengungkapan beberapa waktu lalu, kurang lebih 20 orang kelompok JAD. Mereka bagian dari itu. Inisial serta data-datanya sudah kita cocokkan," lanjutnya.

Presiden Joko Widodo menyesalkan aksi terorisme yang terjadi tersebut. Melalui akun Instagramnya, Beliau mengunggah pernyataan.

"Saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut dan saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya, semua ajaran agama menolak terorisme, apa pun alasannya," kata Jokowi.

Ia meminta dan mengimbau untuk ikut serta memerangi radikalisme dan untuk tetap tenang dalam menjalani ibadah karena negara akan menjamin keamanan masyarakat.


Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/29/100000165/bom-gereja-katedral-makassar-kronologi-kejadian-keterangan-polisi-dan-sikap?page=all


dunia kampus

4 komentar:

Guncangan Gempa Bumi Terjadi di Jawa Timur

  https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/10/164200823/gempa-malang-mengapa-guncangannya-sangat-luas-sampai-yogyakarta-dan-bali?page=all B...